Masih ingat dengan Film Penghianatan G 30 S PKI? Ya film tersebut pernah menjadi tontonan wajib di era Orde Baru dan kini akan di putar lagi. Sebagaimana dilansir dari tempo.co (17/09/17), TNI AD telah menginstruksikan seluruh prajuritnya untuk menonton film itu. Instruksi yang awalnya hanya ditujukan jajaran TNI AD ternyata menyebar kepublik lewat pesan singkat, alhasil instruksi tersebut menjadi ramai diperbincangkan, karena film tersebut resmi disetop penayangannya setelah Soeharto lengser dari kursi presiden.

Terlepas dari kontroversi tersebut, berikut adalah 6 fakta tengan film G 30 S PKI yang perlu kita ketahui terutama generasi usia 20 tahunan yang belum pernah melihat film tersebut.

  1. Film G30S/PKI dibuat pada Pemerintah Soeharto dan Jadi Tontonan wajib

Sejak ditayangkan pertama kali pada tahun 1984, pemerintah Orde Baru mewajibkan setiap siswa , pegawai negeri sipil, perusahaan daerah untuk menonton film ini setiap tanggal 30 September. Selain diputar di layar lebar beberapa kali, film itu akhirnya diputar di TVRI setiap tanggal 30 September pukul 10.00 WIB.

  1. Sutradara Film G 30 S PKI adalah Arifin C Noer

Film yang diproduseri Nugroho Notosusanto (Menteri Pendidikan di era Soeharto) dibuat dengan anggaran Rp 800 juta. Arifin C Noer, ditunjuk sebagai sutradara, Arifin mengaku menyadur menyadur catatan sejarah dalam buku berjudul ‘Percobaan Kudeta Gerakan 30 September di Indonesia’yang ditulis oleh sejarawan militer Nugroho Notosusanto dan investigator Ismail Saleh (Tempo, 1984). Arifin C Noer meninggal pada 28 Mei 1995 di usia 54 tahun.

  1. Film Terlaris 1984-1985

Sejak diluncurkan ke layar kaca pada 1984, film ini langsung dinominasikan dalam ajang Festival Film Indonesia pada tahun yang sama. Pada tahun berikutnya, masih di Festival Film Indonesia, film Pengkhianatan G30S/PKI mendapat penghargaan Piala Antemas untuk kategori film unggulan terlaris 1984-1985 yang mencapai penonton sebanyak 699.282 orang. Rekor ini bertahan sampai tahun 1995.

  1. Lebih Fokus pada Soeharto dan Propaganda Komunis

Sebagaimana kita ketahui Film G 30 S PKI menampilkan sosok Soeharto saat menjadi Pangkopkamtib. Perannya dalam operasi penumpasan PKI di hari-hari kelam setelah 30 September sangat terasa. Film ini, bahkan sebelum ditayangkan secara resmi ternyata ditonton dulu oleh Presiden Soeharto untuk disetujui mana yang layak ditampilkan dan mana yang harus dihapus.

  1. Durasi Panjang, 3 jam 37 Menit dan Penuh Kekerasan

Film G 30 S PKI memiliki durasi panjang: 3 jam 37 menit yang dipenuhi dengan kekerasan, ancaman, jeritan, tangis dan darah disetiap adegannya. Film itu dibuka dengan paparan rencana aksi DN Aidit untuk merebut kekuasaan dari tangan Soekarno. Mulai dari rapat-rapat rahasia, hingga tayangan yang memicu kemarahan umat Islam seperti pembakaran buku-buku agama dan Alquran.

  1. Menuai Kritik dari Para Sejarawan

Sejarawan Dr Asvi Warman Adam menunjukkan adanya kelemahan historis dari film itu secara detail. Asvi menunjuk peta Indonesia yang berada di ruang Kostrad sudah memuat Timor Timur sebagai bagian dari Indonesia. Faktanya, tahun 1965/1966 Timor Timur belum berintegrasi. Fakta lainnya, protes dari perwira TNI salah satunya Marsekal Udara Saleh Basarah yang mewakili TNI Angkatan Udara. Saleh Basarah dan para perwira TNI AU keberatan karena film itu mengulangulang keterlibatan perwira AURI pada peristiwa 30 September.

  1. Resmi dihentikan pasa September 1998

Penayangan film itu akhirnya dihentikan pada September 1998, empat bulan setelah Soeharto lengser. Menurut Yunus Yosfiah, Menteri Penerangan saat itu, pemutaran film bernuansa pengkultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G 30 S PKI, Janur Kuning, dan Serangan Fajar tidak sesuai lagi dengan semangat Reformasi. “Karena itu, tanggal 30 September mendatang, TVRI dan TV swasta tidak akan menayangkan lagi film Pengkhianatan G30S/PKI,” ujar Yunus.

Itulah 7 fakta tentang film G 30 S PKI yang perlu kita ketahui agar kita menjadi generasi anak kos yang melek sejarah.

loading...