IKLAN ATAS

Membongkar Pelengseran Gus Dur dari Tampuk Kekuasaan

anakkos.com - 23 Juli 2001, Gus Dur dilengserkan dari tampuk kekuasaan. Tulisan ini merupakan sedikit gambaran dari penelitian saya ttg pelengseran Gus Dur yang akan segera diterbitkan.
Membongkar Pelengseran Gus Dur dari Tampuk Kekuasaan
Selain menggunakan dokumen, saya juga mewawancarai tokoh-tokoh penting baik di kubu Gus Dur maupun kontra Gus Dur dlm riset. Hal itu dilatarbelakangi background saya sebagai jurnalis.

Saat itu, 22 Juli 2001, pkl 19.00 tentara yg dipimpin RR show off power menentang rencana dekrit. Sekitar istana penuh oleh pendukung dan pengkritik Gus Dur.

Rencananya dekrit akan dibacakan pkl. 19.00 tapi ditunda. Karena Gus Dur masih ingin mendemgarkan beberapa pihak ttg perlu atau tidaknya dekrit.

Sementara di parlemen, lawan politik sedang wait and see. Kalau Gus Dur keluarkan dekrit, mereka akan segera menggelar SI untuk pecat Gus Dur.

23 Juli 2001, Pkl 01.10 Gus Dur mengeluarkan Dekrit yang dibacakan oleh Yahya Staquf. Salah satu isi dekrit adalah Bubarkan Golkar, karena dianggap bagian dari rezim lama yang membuat kekacauan baik politik maupun ekonomi.

Langkah Gus Dur sudah diantisipasi oleh Golkar dan sekutunya. Saat itu AT langsung mengirimkan surat ke MA bernama BM. Untuk keluarkan fatwa bahwa tindakan Gus Dur inkonstitusional.

Menariknya, BM saat itu dekat dengan Golkar. Gus Dur sudah menentang dilantiknya BM menjadi MA. Tapi Gus Dur tak punya pilihan, calon lainnya M, juga dekat dengan Golkar.

Inilah pertarungan politik Gus Dur sesungguhnya. Ia harus melawan kekuatan sisa Orde Baru yang masih kuat di segala lini pemerintahan. Mereka banyak menempatkan kaki untuk melemahkan Gus Dur.

Kita ke awal saat Gus Dur terpilih jadi Presiden ya. Gus Dur didukung hampir seluruh kekuatan yang ada di parlemen termasuk kekuatan lama. Oleh sebab itu, banyak yang ragu Gus Dur akan berani membersihkan rezim lama.

Kabinet Gus Dur merupakan hasil kompromi. Banyak yang kecewa tentunya. Tapi bukan berarti Gus Dur akan menyerah dan tersandera.

Misal, AR tokoh reformasi saat itu meminta jatah Menkeu harus dari partainya. Tak tanggung, AR meminta FB sebagai Menkeu. Kalau tidak, ia akan menarik dukungan.

Gus Dur pintar, dia tau FB ini korup bukan main dan juga bagian dari rezim lama. Ia menyetujui Menkeu dari partai AR, tapi Gus Dur yang memilih orangnya. Akhirnya BS jadi menkeu.

Di Kantor Berita Antara, Gus Dur memecat PH. Ia dianggap sebagai bagian rezim lama. Dan memang tak dapat disangkal oleh PH sendiri. Awalnya PH terima dipecat, tapi dia akhirnya menuntut Gus Dur.

Gubernur BI juga tak luput dari pembersihan Gus Dur. SS saat itu dekat dengan Golkar, bahkan diduga terlibat korupsi Bank Bali. Tapi mendapat perlawanan dari Golkar. Akhirnya SS tetap menjadi Gubernur BI.

Gus Dur makin membuat jengkel partai2 koalisi karena ia berani memecat Menteri LS dari PDIP dan JK dari Golkar. Tak tanggung2, Gus Dur menyebut dua orang itu terlibat KKN. Momen ini yang semakin membesarkan niat mereka utk jatuhkan Gus Dur.

Masalahnya saat itu Gus Dur tak mau atau tak bisa membuktikan pernyataannya. Kritik saya, komunikasi politik Gus Dur agak buruk.

Karena tak bisa membuktikan hal itu, dua kekuatan terbesar di DPR itu mencapai titik temu. PDIP melalui anak kosnya melakukan interpelasi bersama Golkar.

Di internal PDIP sendiri ada dinamika, anak kos dan kader lama berebut perhatian dan pengaruh M. Lambat tapi pasti anak Kos, berhasil meyakinkan M dan suaminya TK.

Interpelasi bergulir cepat karena ada kasus buloggate dan bruneigate. Saya punya dokumen bagaimana PDIP dan Golkar mengadakan rapat untuk melengserkan Gus Dur.

Salah satunya di rumah AP dari PDIP, 22 juni 2000. Rapat itu dihadiri kapolri dan petingginya serta partai2 yang sudah muak dengan Gus Dur.

Rencana awal adalah memainkan interpelasi. Meyakinkan partai2 di DPR untuk melemahkan Gus Dur. PKB akhirnya hanya berdiri sendiri mendukung Gus Dur.


Pelengseran Gus Dur

Rencana awal adalah memainkan interpelasi. Meyakinkan partai2 di DPR untuk melemahkan Gus Dur. PKB akhirnya hanya berdiri sendiri mendukung Gus Dur.

Tak hanya di parlemen, AP, FB, PBS, AT juga meminta kapolri untuk memanggil Gus Dur dan membuat kasusnya mengambang. Dengan begitu, Gus Dur akan menjadi bulan-bulanan media.

AP, AT dkk juga memanfaatkan gerakan mahasiswa utk menekan Gus Dur. HMI melalui Ketumnya MF kepada saya mengakui hal itu. Mereka berjejaring dgn segala pihak anti-Gus Dur terutama tentara.

Di tentara, Gus Dur juga harus menghadapi kekuatan lama yakni W. Meski sudah dipecat, W masih banyak loyalis. Tentara pro-Gus Dur yakni AWK harus pontang panting hadapi ini.

Gus Dur ingin menjalankan amanat reformasi. Tentara kembali ke barak. Itu sejalan dengan AWK dan Gus Dur memanfaatkan jaringan Bondan Gunawan di tentara, seperti dalam bukunya BG.

Akibat dianggap mengintervensi tentara, Gus Dur dan Bondan diserang isu dokumen Bulak Rantai. Suatu skenario untuk melemahkan tentara dan melakukan infiltrasi ke TNI

Dalam dokumen rapat di rumah AP, ditulis bahwa dokumen bulak rantai itu rencana mereka yang berhasil. Gus Dur benar2 kewalahan melawan sisa rezim lama.

Ada sebuah dokumen bocor yakni dokumen pembacaan situasi. Di sana ditulis lengkap rapat2, siapa yg hadir, dan rencana tentara melakukan teror melalui serangkaian bom di Jakarta.

Begitu diteliti, jenis bom yang meledak spesifikasinya sama dgn apa yang ditulis di dokumen pembacaan situasi. Pada titik ini Gus Dur sudah kehilangan kendali di tentara.

sumber

0 Response to "Membongkar Pelengseran Gus Dur dari Tampuk Kekuasaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel