Skip to main content

Tanggapan Kasus Uighur Oleh Dosen Komunikasi

Kasus Uighur - Tulisan ini awalnya hanya respon dalam grup WA terhadap 'keras'nya gema Uighur hingga menyajikan gambar tanpa penjelasan sumber rujukan.

Tanggapan Kasus Uighur Oleh Dosen Komunikasi


Dalam pencermatan saya, kasus Uighur punya banyak dimensi. Pertama, kekerasan etnik, bahkan mungkin genosida. Kedua, politik domestik di Cina yang juga cukup pelik.

Ketiga, perseteruan politik/ekonomi global yang secara head to head dapat menghadapkan kepentingan Cina vs AS dalam menambang pengaruh di kawasan dan dunia.

Keempat, posisi Indonesia yang lagi 'berdansa ria' dengan Cina. Termasuk di dalamnya ada ormas keagamaan, tawaran besiswa, riset dll bagi kaum intelektual. Ada PT milik Muhammadiyah yang saya dengar masuk dalam skema ini (belum terkonfirmasi). Saudara kita di NU juga tidak luput dari sasaran ghibah yang tak jelas ujung pangkalnya.

Kelima, proxy war di media sosial. Sesuai minat, saya cenderung tertarik pada poin 4 dan 5.

Poin 4 dan 5 ini juga cukup pelik. Di media sosial, tampaknya menunjukkan ada gerakan terorganisir memainkan isu Uighur ini untuk kepentingan politik. Ke mana arahnya? Mungkin semua kita paham... Saya malas membahasnya tapi dengan polarisasi yang ada mudah membacanya.

Intinya ada 'realitas tersembunyi' di balik 'realitas virtual' yang berada di atas realitas nyata yang kita alami saat ini. Di sini memang kita perlu hati-hati dan cermat. Diam saja memang tidak baik, tapi secara sporadis, grusa grusu menyebar informasi yang belum tervalidasi juga suatu tindakan yang gegabah.

Tindakan ini yang saya sebut sebagai spiral kebencian eksplosif yang terjadi di semua platform media sosial.

Solisinya gimana? Sebagai insan akademik saya cenderung kita Speak Up tapi berbasis data.

Caranya? Gunakan metode data mining dari sana nanti terlihat potretnya yang terus bergerak secara real rime. Dari potret itu, beri ulasan dan sampaikan ke publik sebagai pencerahan.

Demikianlah tradisi kita sebagai insan akademik dalam melihat kasus uighur. sumber (facebook: Iswandi Syahputra)
NB: Redaksi menerima tulisan baik yang bertema anak kos maupun umum. silahkan kirim ke email : redaksianakkos@gmail.com
Buka Komentar
Tutup Komentar