4 Golongan Anak Kos Ala Imam Al-Ghazali

4 Golongan Anak Kos Ala Imam Al-Ghazali - hampir semua orang pernah mengalami kebingungan atas dirinya sendiri, tak terkecuali anak kos.

Apa yang menggerakkan dirimu untuk terus tetap belajar, bekerja dan mencari uang? Apa yang sebenarnya kamu kejar? kamu pertahankan? sampai-sampai harus mengorbangkan tenaga dan waktu untuknya. Apa sebenarnya passion kamu dalam menghadapi hidup yang keras ini? Pertanyaan berat bertubi-tubi ini saya yakin pernah dialami oleh anak kos dimanapun berada.

4 Golongan Manusia Ala Imam Ghazali Ini
Anak kost
Adalah Syekh Iman Al-Ghazali yang jauh hari telah menjawab pertanyaan terakhir anak kos tersebut. Pemilik nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi Asy-Syafii itu telah telah menulis sekitar 228 kitab, mulai dari disiplin ilmu tasawuf, teologi, fikih logika hingga filsafat. Salah satu pembahasannya mengenai pembagian manusia pembagian anak kost menjadi empat golongan.

Pertama, Seseorang yang tahu passionnya dan ia tahu kalau dirinya tahu (Rojulun Yadri Annahu Yadri)


Anak kos golongan ini adalah ia yang mengerti apa yang musti ia lakukan dan apa yang tak perlu dilakukan dengan bekal passion yang dimiliki. Ia tidak lagi galau dan risau tentang kelebihan dan kekurangannya. Karena ia sudah paripurna dalam pencarian jati diri. Sehingga teman yang memiliki tipe ini patut kita jadikan pembimbing kita, teman curhat kita, karena ia akan memberikan solusi yang bijak terhadap permasalah yang sedang kamu hadapi. Jika kamu duduk bersamanya. Ia akan menjadi pemberi solusi dan pengobat hati.

Ini adalah jenis manusia atau anak kos yang baik. Jenis manusia yang mempunya kemapanan ilmu dan pengalaman mumpuni. Ia sadar kalau dirinya itu berilmu (punya passion), lantas ia menggunakan ilmunya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar bermanfaat bagi dirnya maupun orang disekitarnya. Bahkan bagi seluruh umat manusia. Manusia jenis ini adalah manusia unggul. Manusia yang sukses dunia akhirat”.

Kedua, Seseorang yang punya passion, tapi dia tidak tahu kalau dirinya punya (Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri)


Golongan anak kos ini seperti singa yang terjebak spesies koloni kambing. Sejak kecil ia tumbuh dilingkungan kambing. Sehingga jenis makanan dan cara makannya pun mirip kambing. Ia tidak tahu kalau didalam dirinya tersimpan ketangkasan, keganasan seekor singa. Tugas kita adalah menyadarkannya dengan cara membawanya ke danau. Untuk apa? Untuk memperlihatkan wajahnya bahwa ia adalah singa yang buas.

Proses penyadaran ini memakan waktu, tergantung dengan kemampuan diri menemukan passion atau dengan bantuan penyadaran orang lain. Anak kos tipe ini, memiliki passion, ilmu dan kecakapan tapi ia tidak pernah menyadarinya. Golongan anak kos ini sering kita jumpai disekeliling kita. Terkadang kita menemukan teman yang sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa dalam dirinya, tapi ia tidak mengerti kalau ia memiliki potensi tersebut. Sehingga, karena ketidaktahuan itu, hidupnya mengalir begitu saja. Bahkan kadang ia seakan tak berguna baik untuk dirinya maupun lingkungannya. So, Selama ia tidak sadar akan passionnya, ia tak akan sukses maksimal dan telah menyianyiakan pemberian Tuhan.

Ketiga, Seseorang yang tahu dirinya tidak/belum menemukan passion, dan ia tahu alias sadar diri kalau dirinya tidak tahu (Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri)


Golongan anak kos ini  menurut Imam Al-Ghazali masih tergolong anak kos yang masih tergolong baik. Anak kos ini sadar akan kekurangannya, apa passion dalam diri yang belum ditemukan. Ia akan dengan mudah mengintropeksi diri, mampu menempatkan diri, di tempat yang sepantasnya. Sebab tipe ini menyadari kalau dirinya masih bodoh, maka ia rajin belajar dan terus bergerak. Anak kos semacam ini, bisa kamu dideteksi dari cara ia rajin menjalani aktivitas sehari-harinya.

Dengan terus mencari passion kita, diimbangi dengan bertanya pada orang yang lebih pintar (lebih berilmu) maka anak kos  golongan ke tiga ini lambat laun akan segera menemukan passion dan jatidirinya. Percayalah!

Keempat, Seseorang yang tidak tahu passionnya dan bodohnya ia tidak tahu kalau dirinya tidak tahu (Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri)


Menurut sang Hujjatul Islam, golongan anak kos ini yang paling buruk. Anak kos ini selalu merasa mengerti atau sok tahu, dalam darahnya mengalir rasa ingin menang sendiri, merasa pandai dari lainnya dan merasa punya passion ini itu. Padahal sebenarnya ia tidak tahu apa-apa dan tak punya passion yang dapat diandalkan. Kelebihan anak kos ini cuma satu, ia lihai bersilat lidah. Repotnya, golongan ini orangnya keras kepala, susah disadarkan. Balau dinasehati ia akan membantah dan membatah lagi. Sebab, ia merasa sudah tahu dan lebih tahu.

Empat golongan anak kos diatas bisa kamu terapkan pada diri sendiri maupun untuk membaca teman kos lainnya, macam konsultan gitu. Jadi jangan mudah panik ya,..