Empat Ciri Anak Kos Sejati Ala Founding Fathers NKRI

Ciri Anak Kos Sejati  - sebenarnya manusia biasa. Mereka beraktifitas layak manusia lainnya. Makan, minum, pergi kuliah, pacaran (bagi jomblo dilarang ngelist), pulang-pergi kesana kemari sekedar camping ataupun sekedar ngopi ataupun diskusi.

Empat Ciri Anak Kos Sejati Ala Founding Fathers NKRI


Anak kos itu mandiri artinya apa apa sendiri, termasuk waktu bangun makan belajar sampai tidur. tidak ada pengawasan secara langsung dari orang tua, sehingga anak kos dituntut untuk patuh dan tanggungjawab dengan dirinya sendiri.

Ya, begitulah anak kos. Sebuah sebutan yang amat langka kala para anak kos sudah kembali ke kampung halamannya masing-masing. Jadi bersyukurlah kamu yang saat ini menjadi anak kos. Karena kalau sudah bukan anak kos berarti kamu tidak termasuk dalam tulisan ini. Tapi itu bukan masalah, bagi kamu yang bukan anak kos semoga berubah pikiran untuk beralih menjadi anak kos. Karena menjadi anak kos itu istimewa. Seistimewa kota Jogja ini beragam budaya (hotel)-nya.

Betapa tidak istimewa. Menjadi anak kos sungguh sangat istimewa karena kos merupakan singasana kerajaan yang mutlak bagi anak kos. Percayalah, orang-orang besar para pendiri negara ini adalah anak kos. Soekarno, Syahrir, Mohammad Hatta, Tan Malaka dll, hampir semuanya anak kos. Maka sebagai anak kos sejati seharusnya mengikuti jejak langkah para para pendahulu anak kos tersebut.

Ada beberapa jejak langkah para pendahulu anak kos yang cukup relevan untuk perkembangan dan layak diikuti oleh para anak kos saat ini.

PERTAMA, PARA PENDAHULU ITU, SEMUA MERUPAKAN PENULIS

Bahkan mereka dapat disebut penulis besar dizamannya. Sebut saja buku monumentalnya Soekarno yang berjudul Dibawah Bendera Revolusi itu, yang cetakan lama maupun barunya dapat dijadikan bantal kala Anda sudah oleng. Mohammad Hatta pun begitu, sampai-sampai mahar lamaran belio kepada istrinya adalah sebuah buku dengan judul Alam Pikiran Yunani (lah, mahar untuk calonmu apa?).

Syahrir pun tak kalah, kumpulan tulisan fampletnya yang cukup terkenal yang berjudul Perjuangan kita. Begitu pula Tan Malaka, seorang anak kos yang keseringan pindah kos ini lantaran selalu diburu oleh para musuhnya pun membuahkan sebuah tulisan berupa buku Dari Penjara Ke Penjara yang ditulisnya dari penjara satu ke penjara lain yang dimasukinya. Dan, banyak lagi contoh para pendahulu anak kos bangsa ini yang melahirkan tulisan-tulisan yang brilian, menggugah sekaligus keren. Jadi, dihimbau kepada anak kos, kalian belum sah menjadi anak kos bila belum mampu membuahkan tulisan apapun. Jadi, mulai saat ini menulislah. Walaupun hanya sekedar menulis status Facebook, BBM ataupun media sosial lainnya.

KEDUA, PARA PENDAHULU ANAK KOS SELALU AKTIF BERSERIKAT ATAU BERORGANISASI

Dizaman itu para pendahulu anak kos itu aktif dalam membangun serikat atau semacam organisasi. Soekarno mempunyai Partai Nasional Indonesia (PNI), Sutan Syahrir dengan Partai Sosialis Indonesia (PSI), Mohammad Hatta bersama Sutan Syahrir dengan Perhimpunan Indonesia (PI) kala waktu kuliah sekaligus ngekos di Belanda. Maka syarat kedua menjadi anak kos sejati dan tersambung nasabnya kepada pendahulu, anak kos wajib harus terjun aktif berserikat ataupun berorganisasi. Apapun itu, sesuai sikap politik kalian sebagai anak kos.

KETIGA, PARA PENDAHULU ANAK KOS AKRAB DENGAN PUSTAKA

Tak mungkinlah buku ataupun tulisan mereka tanpa refrensi yang jelas. Bahkan konon katanya kala Mohammad Hatta bebas dari penjara di Boven, Digul koleksi buku belio sekitar 3 peti kemas lebih. Ya, Mohammad Hatta tak pernah lepas dari membaca kala di penjara itu. Soekarno sejak ngekos di kediaman HOS.Tjokroaminoto ia sangat akrab dengan pustaka yang bernuansa kiri. anak kos sejati sudah sepatutnya memiliki refrensi pustaka yang memadai bukan hanya sekedar untuk revolusi melainkan untuk menyelesikan skripsi. Hahaha.

KEEMPAT, MANDIRI SEJAK DALAM PIKIRAN

Anak kos sejati sudah seharusnya mandiri sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan. para pendahulu anak kos itu, segalanya diurus sendiri. namun bukan berarti mereka tak memerlukan orang lain pada saat tertentu. Seperti persoalan cuci baju. Dapat dipastikan pada pendahulu anak kos itu mencuci bajunya sendiri tanpa bantuan laundry. Ya, jelaslah dizaman itu belum ada teknologi mesin cuci. Namun, seyogyanya anak kos mencuci bajunya sendiri. selain alasan yang cukup ilmiah, alasan selanjutnya itu dapat meringankan beban kantong yang sering inflasi berlebih. Ceritanya dapat menghemat biaya pengeluaran. Karena anak kos sering bermasalah dengan keungannya. Persoalan kemandirian tak hanya soal cuci baju. Melainkan seperti TRISAKTI-nya Soekarno, anak kos sejati harus berdaulat dalam politik, berkepribadian dalam kebudayaan dan berdikari dalam ekonomi.

Ya, itulah keempat ciri atau semacam tips untuk menjadi anak kos sejati. Kesejatian yang tersambung secara genealogis kepada para pendiri yang bukan kebetulan mereka anak kos layaknya kita para perantau yang tinggal di kos-kosan. Tak lupa, bagi anak kos, jangan lupa bahagia dan selalu tersenyum walau inflasi sering membuat perut kembung. Sekian. Anak kos sedunia, Jangan Manja!