6 Penyebab Penyalahgunaan Kos-kosan

Anak kos - Perkembangan urbanisasi ditandai dengan datangnya para orang desa ke kota, kondisi ini tentunya menguntungkanpara juragan tanah, pasalnya mereka bisa membangung kos-kosan, apartemen dan perhotelan untuk tempat tinggal para pendatang tersebut. Tak heran jika para juragan tanah di kota-kota besar mengalih-fungsikan lahan menjadi kos-kosan, apartemen dan perhotelan. 

Begitu pula para pribumi yang kebetulan punya sedikit lahan mereka alihfungsikan untuk penyewaan kos kosan, sementara mereka sendiri rela tinggal dirumah yang sempit dan kotor. Tujuannya satu, rumah mereka dijadikan kos-kosan agar tiap bulan tanpa kerja mereka dapat uang.

Biasanya kos-kosan tersebut disewakan untuk orang yang bersekolah, kuliah, kerja maupun orang yang sudah berkeluarga tapi tak cukup uang beli rumah sendiri. Tak ayal jika kos-kosan dari dulu sampai sekarang menjadi bisnis yang menjanjikan, karena terjadi dua hukum yang saling bertemu. Kebutuhan dan pemenuhan. Pendatang (kaum urban) butuh tempat tinggal, pribumi menyediakan tempat tinggal. Klop sudah untuk menjadi syarat ladang bisnis yang menjanjikan.

Namanya juga bisnis, jika kewajiban sudah dipenuhi (bayar sewa kos), maka hak para penghuni kos adalah menempati. cuma saat menempati kos inilah anak kost terkadang penyalahgunaan kepercayaan yang diberikan pemilik kos maupun lingkungan masyarakat sana.

Setelah serah terima kunci kamar, ada sebagian anak kos yang menganggap kos-kosan adalah tempat bebas, semau gue. Maka tak heran, kalau kos kosan hari ini  marak dijadikan tempat perbuatan me5um seperti: cipokan, kelon, nyimeng maupun minum-minuman.
Penyalahgunaan kos-kosan tentunya membuat warga resah, akan tetapi kebanyakan dari mereka tak bisa bertingkah, akhirnya mengalah. bahkan sampai acuh.

Berikut adalah 6 alasan penyalah gunaan kos kosan yang telah dirangkum oleh redaksi anakkos.com

Niat penghuni kos itu sendiri


Semua dimulai dari niat, niat inilah alasan utama adanya dorongan subjektif untuk melakukan penyalahgunaan kos kosan. Sebab, seketat-ketatnya peraturan kos-kosan, jika penghuninya mempunyai niat melakukan hal negatif maka kesempatan itu akan tercipta.

Kurangnya pengawasan pemilik kos


Dengan ketidakpedulian pemilik kos akan menjadi celah bagi pengguna kos-kosan melakukan perbuatan yang melanggar aturan dan norma yang berlaku dimasayarakat, karena mereka beranggapan pemilik kos tidak akan tahu apa yang dilakukan di kos-kosan.

Peraturan kos yang tidak tegas


Kurang tegasnya peraturan kos membuat penghuni kos menyepelekan, bahkan cenderung mengacuhkan. Misalnya, peraturan tidak boleh bawa lawan jenis ke kamar. Namun sekali ada penghuni kos yang bawa pacar ke kamar tidak di tindak tegas menyebabkan pengulangan dan memancing penghuni kos lainnya melakukan hal yang sama. Akhirnya peraturan hanya sekedar peraturan tanpa mampu mengatur tingkah laku penghuni kos.

Tempat kos-kosan yang tersembunyi

Biasanya para pencari tempat kos, mencari lokasi kos kosan yang jauh dari keramain bahkan cerderung jauh dari lalu lintas warga, mengapa? alasan klasiknya ingin tempat yang tenang jauh dari keramaian. Namun banyak sekali yang memanfaatkan kos-kosan yang berada di lorong, tersembunyi dan jauh dari pengamatan warga sebagai tempat yang ‘strategi’untuk melakukan perbuatan yang tidak baik. Sebab, dengan adanya kos-kosan tersembunyi mereka beranggapan masyarakat tidak akan mengetahuinya. Aman ndan. (Baca: Jenis-jenis kos-kosan)

Pemilik kos-kosan sengaja membebaskan tempat kos


Kos bebas macam gini biasanya terjadi agar kos cepat laku dengan harga sewa yang tinggi. Sehingga fasilitas yang diberikan pun juga tinggi, yaitu bebas-sebebasnya. Mau bawa cewek kekamar tak masalah, asalkan satu tidak menimbulkan keributan dilingkungan masyarakat sekitar. Bahkan di kota-kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta banyak ditemukan sewa kos untuk lawan jenis tanpa status halal, hal ini terjadi karena pemilik kos tergiur dengan bayaran yang tinggi.

Kurangnya sosialisasi dan pengawasan dari perangkat desa/kota setempat


Karena tidak mendapatkan perhatian dan arahan yang jelas dari perangkat desa setempat (Rt/Rw), membuat para penghuni kos merasa bebas dan tidak merasa takut atas apa yang telah dilakukan. Seolah-olah yang tercipta adalah “urusanku-urusanku, urusanmu-urusanmu, urusan mereka-urusan mereka”. tak ayal jika didalam dunia perkosan sering terjadi gap antara para pendatang (penghuni kos baru) dengan penghuni kos lainnya, maupun pendatang dengan masyarakat sekitarnya.
Jadi sebenarnya ketidakharmonisan sosial inilah yang kemudian membuat penyalahgunaan kos-kosan itu berlanjut. Seperti maraknya kasus hamil diluar nikah, pembuhunan di kamar kos, kemalingan maupun pencemaran nama baik tempat dimana kos-kosan itu berada sangat mungkin terjadi.

Solusinya, kita perlu kembali memupuk rasa kepedulian dengan cara saling mengawasi dan mengingatkan atar penghuni kos satu dan lainnya. jika kita tidak berani mengingatkan maka laporkan ke pemilik kos maupun masyarakat sekitar. Dengan demikian, akan terjadi interaksi sosial antar pendatang dan atar masyarakat sekitar. Sehingga pada titik inilah akan melahirkan kepedulian sosial yang telah lama hilang.

demikian alasan penyalahgunaan kos kosan yang dapat admin rangkum, semoga bermanfaat.