Kumpulan Review Film Joker : Bukan Untuk Anak Anak

Review Film Joker - Awal saya tau film ini akan release. Ini menjadi movie list bulanan yg harus di tonton. Lalu, ditengah perjalanan film ini launching (belum sempat nonton karena padatnya jadwal) beberapa review tak sengaja di IG , ini movie yg menyebarkan 'Bad Vibes'. Menambah penasaran saya, se 'bad' apa film ini?

Alhamdulillah kesampaian juga kemarin setelah tugas negara, saya dan suami kencan berdua menuntaskan rasa penasaran saya. Dan jawabannya adalah: STANDING APPLAUSE!

Tau ngga sih? kalian para judgement. Untuk bisa menyerap energi positif / positive vibes tidak melulu harus ada di lingkungan yang positif atau baik-baik saja. Jika kalian berlaku demikian. Menunjukkan betapa kalian intoleran terhadap ketidaksempurnaan. Dan berpeluang, kalian jadi pelaku bullying sama halnya di film itu di tampakkan intoleran terhadap masyarakat menengah kebawah / sebaliknya

Apa yg di tampilkan selama durasi film itu diputar, itu adalah realita kehidupan terjujur tanpa harus di tutupi kamuflase 'kesempurnaan' kehidupan. Bagi yang tidak pernah merasakan titik terbawah kehidupan. Film ini hanya bersifat fiktif. Tapi bagi mereka yang pernah hidup penuh dengan tekanan atau 'bisa melihat kehidupan dari sisi yang lain', film ini membeberkan kenyataan. Yang harusnya film ini menyadarkan kita. Mereka yang terlihat negative vibes, bukannya di hindari. Tapi harus di rangkul bersama. Dengan kasih sayang yg sama, dan perlakuan yang sama baiknya.

Dan sudah pasti film ini dinyatakan untuk Dewasa. Jadi untuk yang mengecam ini Bad Parental. Jelas, ini ditujukan bukan untuk anak2. Dan mungkin hanya di tujukan kepada 'mereka yang berfikir' 🙂🙏🤗

Apa yang membedakan kita dalam kehidupan ini? Bagaimana ada orang baik-baik saja dalam tekanan begitu hebat. Ada orang yang sangat terpuruk hanya ketika datang 1 ujian ---> Jawabannya adalah: "Konstruk Pemikiran yang Melahirkan Sudut Pandang dan Reaksi berbeda masing-masing individu". Dan ini yang melatarbelakangi kebijaksanaan itu lahir tanpa di ada-ada 💙

Jadi, belum tentu kecerdasan kognitif yang dimiliki seseorang ataupun teori-teori ilmu sains yang dipelajari akan melahirkan kebijaksanaan dalam melihat sesuatu (sumber  Review Film Joker Novitamochamad)


Review Film Joker ulasan

_______________

Film ini lebih banyak menelanjangi perang batin Arthur Fleck sebelum memutuskan jadi pejahat legendaris Joker. Gue harus akui ini sebuah suguhan yang mengesankan buat menyelami psikologis orang yang berupaya buat sembuh dari gangguan jiwanya tapi gak didukung oleh alam semesta.

Dari sini kita bisa tahu faktor penyebab orang bisa jadi penjahat: pola asuh orang tua, lingkungan yang memusuhi, framing media yang menyesatkan, dan sistem membuat jurang antara yang kaya dan miskin terlalu jauh.

Arthur yang sebenarnya orang baik2 harus menghadapi keempat faktor ini dan mengubahnya menjadi sosok yang anarki.

Film ini seperti terlalu jujur mengungkapkan kesadisan Joker adalah sesuatu yang bisa dimaklumi jika melihat dari pergolakan batinnya. Percayalah, sesadis-sadisnya dia kita dibuat mengerti bahwa ada alasan yang membuatnya itu terkesan "wajar".

Pesan moralnya, perbuatan kita ke orang lain secara sadar atau gak berdampak psikologis ke orang itu. Dari dampak itu muncul motif, dari motif muncul aksi. Kalo kita jahat ke orang lain, bisa jadi kejahatan itu akan menular ke orang yang kita jahatin. Ngeriih bray ...

Setelah kecewa karakter Joker dibuat ngaco di Suicide Squad, sekarang gue merasa puas banget ternyata karakter yang diperankan Jaoquin Phoenix melampui karakter yang diperankan Heath Ledger.

Mungkin ada yang menganggap beberapa adegan terkesan repetitif, terutama soal ketawa. Tapi balik lagi, soal ini jelas karena si Arthur mengidap gangguan jiwa yang bikin ketawanya susah terkontrol. Lagian, Joker itu identik sama ketawanya kan?

Nah, kalo Ledger aja berhasil dapat Oscar, sangat gak mustahil Phoenix juga bisa. Sejauh ini peluangnya terlalu besar, sanggup memupuskan harapan aktor lain buat dapat gelar Best Actor in a Leading Role.

Skor: 9/10 (sumber  Review Film Joker chawir_)

Review Film Joker Terakhir

______________________

Kalau kamu berharap film ini akan menghibur dan membuatmu tertawa, sebaiknya jangan menontonnya. Sebab film ini menyuguhkan perasaan tidak nyaman seusai menontonya.

10 menit pertama film ini sudah cukup untuk membuatmu menahan napas berkali-kali.

Film ini membuat kita mengerti bahwa orang baik bisa menjadi jahat jika diperlakukan jahat terus menerus (tapi saya berpikir bahwa di film ini Joker bukanlah sosok jahat apalagi penjahat), bahwa kamu bertanggung jawab atas apa yang dialami orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung, bahwa seringkali kamu lupa memperlakukan manusia secara manusiawi.

Kamu tidak akan tertawa selama menonton film ini, meski Joker mencoba melucu dan terlihat tertawa berkali-kali.

Kalau kamu pikir setiap orang yang tertawa adalah mereka yang bahagia atau menemu hal-hal lucu, kamu salah.
Sebab setiap kali melihat dan mendengar Joker tertawa, seperti ada sesuatu yang melubangi jantungnya--tembus ke jantungmu. Sakit!! (sumber  Review Film Joker : susyillona )