Hantu Penunggu Gor Kampus, True Story

Hantu Penunggu Gor Kampus - Baik, seperti janji saya sebelumnya, saya akan bikin trit tentang pengalaman horor di kampus kita tercinta.UMS. Banyak yang mengira saya akan bikin cerita tentang parkiran Fakultas Hukum. Bukan, bukan. Coba baca lagi tuit saya. Yang akan saya share adalah tentang pengalaman horor di GOR Kampus 2.

Hantu Penunggu Gor Kampus ums


Cerita ini ini dikirim oleh followers yang mengalaminya langsung. Jadi ini true story ya. Kejadian ini aku alami saat semester 1, masih baru banget di UMS. Namanya maba belum tau seluk beluk kampus. Semua kegiatan kampus diikuti sekaligus buat mencari teman.

Suatu hari prodiku mengadakan acara di GOR Kampus. Buat yang belum tau, GOR ini terletak di kampus 2 UMS, tepat di sebelah utara Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dari gerbang barat, masuk sudah keliatan bangunannya. Biasanya juga dipakai buat wisuda.Oiya acaranya dilaksanakan malam hari. Gatau deh, mungkin biar lebih syahdu. Tibalah malam. Mahasiswa mulai memenuhi GOR. Termasuk aku.

Sejak awal masuk di GOR Kampus itu aku merasa ada aura yang berbeda. Entah apa cuma aku yang merasakan tapi seperti ada rasa kurang nyaman yang menyelimuti. Apalagi di sekitar toilet belakang GOR. Aneh sekali.

Mulailah acara.

Para mahasiswa mulai menikmati acara demi acara. Ada akustik dan banyak yang joget-joget juga. Semua larut dalam kegembiraan. Dari banyak orang itu, entah kenapa mataku tertuju pada satu orang yang 'berbeda'. Tampilannya sangat kontras dengan mahasiswa pada umumnya.

Kita memang gampang tertarik dengan sesuatu yang berbeda. Ganjil.Lama aku fokus dengan orang itu, yang aku mulai merasa diabukan orang biasa. Memperhatikan gerak-geriknya dan sekujur tubuhnya. Eh, bukan..
Itu bukan orang.

Sosok itu sepertinya 'penunggu' tempat ini yang sedang menampakkan wujudnya. Jelas dalam penglihatanku. Sosok itu memakai baju putih lusuh, lebih mirip, maaf, kaya gembel. Pakaian yang gak mungkin dipakai oleh mahasiswa, apalagi pas acara kampus.

Rambutnya yang hitam kusut terurai panjang menutupi sebagian mukanya.
Menjuntai dari kepala sampai menempel ke lantai. Menambah kesan misterius. Gak salah lagi, sosok itu...

KUNTILANAK!!

Rasa takut mulai menghampiri.Gak mau memendam ketakutan sendiri, aku coba memberi tau teman-teman. Mengkonfirmasi barangkali mereka melihat sosok yang sama.

"Eh ada mbak Kunti" Kataku.
Tapi teman-temanku pada gak percaya.

"Woi rame-rame gini mana ada kunti" kata teman-temanku.

Fix, berati hanya aku sendiri yang liat penampakan mbak Kunti. Anehnya, setelah aku cerita gitu, mbak Kunti menghilang dari tempat awal aku melihatnya. Bener-bener hilang dari pandangan. Mungkin salah liat atau apalah, pikiran tentang hantu kutepis jauh-jauh.

Selang beberapa waktu kemudian, saat pandanganku menyapu seluruh ruangan, aku liat mbak Kunti lagi. Dia ada di besi-besi di bagian atas GOR. Yang pernah ke GOR pasti tau letaknya.

Tapi... Setelah diperhatikan, sepertinya itu mbak Kunti yang berbeda dari yang sebelumnya aku lihat. Mbak Kunti itu terlihat duduk-duduk dengan santainya di atas sana. Kakinya diayun-ayunkan maju mundur. Persis seperti adegan di film-film.

Bentar...

Ketika aku melihat ke sisi yang lain. Parah. Ternyata mbak Kunti disana bukan cuma ada satu. Mereka ada banyak. Gak tau berapa jumlah pastinya, yang jelas banyak.

Satu aja udah bikin takut setengah mati, ini diliatin segerombolan. Berasa kayak disana sarangnya para Kunti. Bayangkan saja jika kamu melihat gerombolan Kunti, dan hanya kamu yang bisa melihat. Apa yang dirasakan?

Malam sudah larut, acarapun selesai. Mahasiswa pulang satu demi satu dengan temannya masing-masing. Saat berada di parkiran FEB, lagi-lagi aku melihat sosok mbak Kunti. Entah itu sosok yang sama dengan yang di GOR atau sosok yang berbeda. Yang jelas mereka sama-sama serem.

Yang membedakan adalah kali ini mbak Kunti keliatan mukanya... Bst!! Mukanya sebenarnya terlihat cantik. Tapi ketika aku memfokuskan lagi pandangan ke mukanya... Ternyata... ancurr. Cukkk. Asemmm.

Mbak Kunti menatapku dengan senyum simpulnya. Senyum sinis yang mengerikan, seolah mengejekku. Menguji seberapa lama aku bisa menahan ketakutan.

Njirr lah. Ngerinya lagi, dia punya taring yang panjang sampe dagu. Bst!! Serem banget anjirrr. (sumber twitter : @mahasiswaums)