Pitutur Gunung Lawu, Kisah Pengalaman Horor

Pitutur Gunung Lawu, Kisah Pengalaman Horor

anakkos
Jumat, 01 November 2019

Pitutur Gunung Lawu -  Kali ini cerita horor berdasarkan pengalaman pribadi ketika saya mendaki gunung lawu.sebuah gunung yang indah untuk di daki, dan pemandangan yang eksotis serta berbagai cerita misteri yang ada  di gunung lawu. Seperti hilang nya pendaki di gunung lawu, adanya pasar setan, dan lain sebaginya yang terkenal sakral menurut penduduk sekitar dan rakyat jawa pada umum nya.

Pitutur Gunung Lawu, Kisah Pengalaman Horor

Sabtu,28 agustus 2018 (1 syuro 1439H). Sore itu hujan mengguyur wilayah lereng gunung lawu membuat rencana kami mendaki gunung lawu sedikit tersendat. Kami berempat berangkat menaiki sepeda motor, kami berangkat dari rumah pukul 12 siang dan sampai di telaga wahyu pukul 3 sore. Kami beristirahat sejenak menunggu hujan reda.hawa dingin mulai terasa di sini, di tambah lagi jaket yang kami bawa juga basah, membuat sensasi dingin yang luar biasa.
'Jo,jaluk rokok mu'(jo,minta rokok mu) kata arif.
Joko mengeluarkan sebungkus rokok surya dari ransel kecilnya.tak lupa dengan Koreknya.
'Siji wae,aku nggur gowo rong adah'(satu saja aku cuma bawa dua bungkus) kata joko.

Arif mulai menikmati rokok nya. pertama aku ingin menikmati rokok dari arif juga, namun aku teringat pesan ibuku, sebelum muncak jangan merokok dulu supaya ketika naik nanti dadanya tidak Sesak.
'Wes terang ki, ayok ndang munggah, selak kebengen ngko' (sudah reda,ayo cepat naik, takut kemalaman kita) kata qodir.
'Ayok.tas mu ojo lali'(ayo,tas kamu jngan sampai lupa) kataku.

Kamipun melanjutkan perjalanan. melewati hutan pinus dan jalan berkelok menanjak, dan basah karena di guyur hujan, membuat laju motor kami tidak brani cepat,dan berhati2. Sampailah kami di jalan tembus,yaitu jalan di atas gunung lawu, mnjadi perbatasan antara kabupaten magetan dan kabupaten karanganyar. disana kabut putih tebal mulai turun.dan menutupi jalan raya. membuat kami harus menyalakan lampu kami.
'Lanjut wae bro,delet ngkas teko'(lanjut aja bro,bentar lagi nyampe) teriak arif dari atas motornya membonceng joko.
'Yo'kataku dan qodir berbarengan.

selepas berjalan sekitar 500 meter,kami sampai di pos gerbang pendakian gunung lawu. tepat nya pos Cemoro sewu.disana ternyata sudah ramai pendaki dari berbagai asal daerah yang siap melihat fajar pertama di tahun baru hijriah.

Mereka sedang mempersiapkan perbekalan mereka. sebagian dari mereka sudah naik ke atas. Selepas memarkir motor kami.kami pun berjalan ke tempat pendaftara Dan kami mndaftarkan diri dan membayar tiket masuk 15rb rupiah.

'Iki aku wes gowo mi 4 bungkus, ngko masalah banyu panas rasah gawe,tuku wae neng mbok yem paling 25rb wes oleh sak termos,termose mbok gowo to rip?' (ini aku udah bawa mie 4 bungkus,untuk masalh air panas nggak usah)

Bikin ntar beli aja di warung mbok yem,paling 25 rb udh dapat satu termos.termosnya kamu bawa khan rip) kataku.
'Yo'kata arif.
'Yowes,ayo siap2.sakdurunge woco sek peraturan e ,nek ono opo2 tkon aku'(ya udah ayo siap2 sebelum nya baca dulu peraturan nya.kalau ada apa2tanya aku )

Kataku karena aku sudah berkali kali menaiki gunung2 di jawa ini dan sudh berpengalanan dalam hal mendaki gunung.
'Ayo dungo sek...bismillahiroohmanirrohim'(ayo doa dulu bismillahirohmanirrohim)
Kami pun mulai menaiki gunung lawu. pelan2 dan hati20 karna jalanan licin habis di

Arif dan joko saling bercerita satu sama lain sambil bercanda.sedangkan qodir hanya diam saja dari tadi.
'Dir,piye iseh kuat'(dir,gimana?masih kuat) tanyaku
'Iyo sek'(iya masih)kata qodir smbil tersenyum.
'Ojo nglamun dir,ngko kesurupan'(jangan melamun diri) Nanti kesurupan) kata joko smbil tertawa yang di ikuti oleh arif juga.
'Heh jo,ojo ngomong ngunu,sing ati 2 nek omong'(heh jo,jangan bilang begitu hati2 kalau bicara)kataku smbil dengan nada tinggi.
'Iyo2 hud lali aku'(iya2 hud lupa aku)kata joko smbil tertawa geli.
'Heh temenan aku

Aku jo,gak guyon iki ayo njaluk sepuro ng qodir karo neng gunung' (heh,gak serius aku jo.gak bercanda ini ayo minta maaf ke qodir dan ke gunung nya). kataku sedikit jengkel.
'Iyo.dir,aku jaluk sepuro ya,mbah lawu kulo nyuwun pangapunten'(iya,dir aku minta maaf,mbah lawu saya juga Minta maaf) kata joko smbil menyatukan kedua telapak tangan nya dan menghadap ke atas. Ketika joko mengucapkam sperti itu perasaan ku mulai nggak enak.

Kulihat di balik pohon pinus sperti ada yang mengintai kami.aku mencarinya. ternyata benar saja. ada sosok berbaju putih sedang melihat kami. ketika aku melihat nya dia menghilang.
'Bro ayo cepet munggah neng pos loro,selak bengi'(bro ayo cepetan naik ke poa dua.keburu malam) kata arif.
Kami pun mempercepat langkah kami dg tanpa bicara sepatah katapun. 30 menit lamanya kami berjalan dan sampailah kami di pos Pendakian gunung lawu ke dua. disana ada 3 orang penjaga tengah duduk di pos.
'Assalamulaikum,mas bade numpang istirahat.(asslamualaikum,mas mau numpang istirahat.)kata kami
'Nggeh monggo mas'(ya silahkan mas)kata pria bertopi hitam berlogo kabupaten magetan.

Ketika kami tengah Istirahat,aku mndekati arif.
'Rif,awakmu kok mau ngajak kesusu munggah,awak mu weruh opo?'(rif,tdi kamu kok ngajak kita keburu naik,emng kamu liat apa)tanyaku penasaran.
'Oh,mau to?aku weruh kuntilanak neng buri wit,makane aku ngajak cepetan munggah'(oh tadi ya? aku liat kuntilanak di belakan pohon,makanya aku ngajak cepetan naik'kata arif.
'Dadi mau kuntilanak to?'(jadi tadi itu kuntilanak?) tanyaku.
'Loh,awakmu weruh juga?'(kamu liat juga?) Tanya arif.
aku hanya mengangguk.

Rencana ku naik ke atas mjadi pertimbangan sulit bagiku melihat situasi dirasa Kurang aman.
Tapi teman2ku memaksaku naik lagi.

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan.dari pos kedua ini jalan nya mulai agak curam.dan pepohonan juga semakin lebat,di tambah lagi semak belukar dimana2 membuat sulit perjalanan kami.namun,mereka tetap naik tanpa ada keluhan sedikit Pun.

Tiba2 qodir yg berjalan di depan ku berkata.
'Yuhh sikil ku kueesel,njuarem hud.'(aduh,kakiku capek banget,ngilu hud)
'Dir ojo omong ngono.ayo leren sedelut sak menit wae'(dir,jangan bilang begitu.ayo istirahat sebentar satu ment aja) kataku.
Ktika sudah satu menit qodir

Berdiri dan melanjutkan perjalanan.namun baru tiga langkah ia duduk lagi dan berkata.
'Hud sikil ku jarem,kuesel e pol'(hud,kakiku nyeri,caperk banget)
'Dir,ojo omong ngunu'(dir jangan bilang gitu).bentak ku.tiba2 ktika aku bilang begitu ada anak kecil pendek, bertanduk, matanya Hitam legam. lidahnya menjulur keluar,anak kecil itu menghinggapi kaki qodir.

'Dir,sopo kui neng sikilmu'.(dir,siapa itu di kakimu.)tanyaku ketakutan.
'Ono spo hud,gak ono opo2 iki'(ada siapa hud,nggak ada siapa2 ini).kata qodir ketakutan
'Ono cah cilik dir'(ada anak kecil dir) .

bersambung.... kisah horor Pitutur Gunung Lawu  sumber : (twitter: MisticMyth )